Langsung ke konten utama

(4) Hujan di awal Desember



Manusia itu banyak jumlahnya, manusia juga unik macamnya. Kita yang bernamakan manusia punya banyak rupa, banyak tingkah, banyak rasa dan banyak yang lainnya. Pantas saja banyak perbedaan yang timbul antar satu kesatuan insan yang ada di semesta ini. Salah satu hal yang lumrah ditemukan dan paling digemari adalah tentang hujan. Untuk persoalan satu inipun manusia pasti punya persepsi yang berbeda-beda. Ada yang membenci hujan, karenanya dia lari bersembunyi dalam ruang sempit dan gelap sebab lumrahnya hujan disertai dengan petir. Adapula yang semakin terpupuk rindunya ketika bulir-bulir air langit itu menyentuh tanah Bumi, biasanya karena dia terpisah dari sang mpunya hati jauh ber kilo-kilometer, atau lama bertahun sudah tiada sua. Ada juga yang menikmati salah satu mahakarya Tuhan yang konon diatur turunnya oleh sosok yang bernamakan Mikail. Maha karya ini diterima dengan suka cita dan gembira.
Sudah banyak bukan berbagai persepsi yang timbul hanya perihal hujan bukan ? Sehingga mengenai hujan bukanlah hal yang patut dianggap remeh. Dalam menikamatinya pun banyak jalan yang dipilih. Banyak tempat yang ditunjuk sebagai ruang pengikat nikmat antara kau dan hujan. Tiada lupa kita harus sadari bahwasannya setiap insan punya caranya berbeda seperti apa yang kita mafhumkan sehingga tiada yang salah ketika caramu menikmati hujan berbeda dengan caraku, caraku berbeda dengan cara mereka. Jangan mau terus menerus menyeragamkan toh tiada hal yang patut disegaragamkan selain baju seragam sekolah bukan ? Hehe
 Cara menikmati hujan yang lumrah  dilakukan oleh manusia normal kebanyakan adalah dengan meneguk secangkir kopi hangat dengan teman nastar yang gurih, atau pisang goreng yang baru saja menikmati hangatnya wajan rumahan didapur ibunda. Atau semangkuk mi instant dengan telur setengah matang ditambah beberapa irisan cabai merah yang tentu menambah kenikmatan padanya. Atau mungkin segelintir manusia merelakan badannya kuyup sambil menari riang membiarkan bulir air langit membasahi setiap lekuk dirinya, seluruh kulit badannya.  Entahlah, manusia banyak macam, banyak tingkah. Anggaplah biasa.
Lantas, daku yang tidak seperti manusia kebanyakan berperilaku berbeda pastilah tentu. Kali ini, kupilih satu kotak ice cream coklat dicampur dengan rasa kacang serta tiramisu yang meleleh menjadi satu. Ah, sebuah padu padan yang indah seindah suasana yang sedang terjadi antara kamu dan aku yang selanjutnya ku sebut sebagai kita. Kali ini, sengaja kupilih kotak yang cukup besar untuk bisa kunikmati bersama dengannya. Sengaja memang, aku ingin menikmati paket lengkap di malam-malam awal Desember ini. Aku ingin menikmati ice cream yang nikmat, dibawah rintikan hujan bersama dia yang dengan setia menungguku. 
Dia menemaniku menunggu hujan reda. Dia yang dengan setia mendengar celoteh manjaku. Dia yang dengan setia mendengarkan tanpa mengabaikan setiap pilihan diksi yang keluar dari mulutku, tentu dengan cara yang selalu sama dan selalu berbeda dengan manusia kebanyakan. Disuatu waktu saat kami sedang membersamai masuklah sebuah sautan panggilan dari seberang jauh disana. Dengan ini tak lantas diacuh tetaplah dia menemani ku sampai selesailah percakapanmu dengan seseorang diseberang sana lewat alat bantu telepon genggam. Dia terdiam tidak merasa terabaikan. Hah, jadilah engkau bintang dihapanku ketika itu juga. Pertahananku mulai melemah.
Dengan ini maka aku tidak keheranan kenapa jagat mempertemukan manusia beruntung di kota ini . Kota yang syahdu, sendu dan  yang sedang terguyur hujan di awal bulan Desember. Beruntung betul memang dua insan ini. Saling mengasihi tanpa pamrih, saling menasehati ketika keliru, saling memberikan semangat ketika sedang jatuh, saling memupuk mimpi yang sama, bersama. Hujan diawal Desember selalu syahdu, selaku merdu, selalu romantis, selalu bisa mengisaratka setiap suasana yang ada. Kita berdua duduk berdampingan di satu bangku dalam satu warna pada satu malam yang sendu. Lama-lama aku tersadar aku terpikat pada kedingan yang ternyata menghangatkanku. Aku menyukai dinginnya ice cream ini, aku menyukai rinai hujan yang  memberikan nuansa dingin nan syahdu, serta aku menyukai kamu, sosok dingin yang mampu mengahangatkanku. Terimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Perasaan-Bagian 1

            Sejatinya manusia, kita hanya saling dititipi bukan saling memiliki   Sejatinya manusia… Saya juga tidak terbiasa dengan yang namanya kehilangan Kehilangan sosok paling berharga dalam hidup saya di waktu berdekatan bukan perkara yang mudah   Sejatinya manusia… Saya terkadang lupa bahwa kami hanya saling dititipi bukan saling memiliki   Selayaknya manusia… Saya mencoba menuliskan apa yang saya rasakan bukan sebagai alat memohon iba dan memelas kasih tetapi hanya sebagai sebuah jalan untuk tetap kuat menjalani hidup   Selayaknya manusia... Saya berharap semoga tulisan tentang kehilangan ini menjadi penyembuh untuk saya dan juga menjadi peluakan bagi siapapun yang sedang dalam perjalanan Semoga segala yang terkesan hilang kembali dalam bentuk lain dengan sebaik-baiknya…     Cerita ini akan diisi dengan banyak ketidaksempurnaan, dibuat apa adanya, dan m...

(6) Bagian 2 – Mulailah

Setelah sah menjadi anak rantau yang harus kamu lakukan adalah memulai segalanya. Iya, tentu saja! Dari mulai sadar bahwa kamu harus bertanggungjawab atas dirimu di tanah rantau. Juga bertanggungjawab atas nama keluargamu di tanah rantau. Tidak bermaksud menakuti, tapi ini adalah kenyatannya. Menjadi perantau harus memulai segala sesuatu. Mulai mencari tempat tinggal. Mulai menyiapkan makanan sendiri. Mula mencuci baju sendiri. Mulai menyetrika baju sendiri. Mulai mendisiplinkan diri sendiri. Harus mulai mandiri. Jangan malas. Jangan manja. Kamu harus kuat, buktikan kepada keduanya bahwa mereka tidak salah mengirimkan dirimu hingga sejauh ini, untuk masa yang cukup lama. Mulailah mandiri dan disiplin. Kita tidak bisa hidup bergantung terhadap orang lain. Masing-masing dari mereka pun punya kepentingan. Ingat, jangan sampa menyusahkan orang lain. Setelah selesai dengan diri sendiri. Mulailah bangun hubungan dengan orang lain. Jadilah pribadi yang santun dan tidak sombong. In...