Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

(4) Hujan di awal Desember

Manusia itu banyak jumlahnya , manusia juga unik macamnya . Kita yang bernamakan manusia punya banyak rupa, banyak tingkah, banyak rasa dan banyak yang lainnya. Pantas saja banyak perbedaan yang timbul antar satu kesatuan insan yang ada di semesta ini. Salah satu hal yang lumrah ditemukan dan paling digemari adalah tentang hujan. Untuk persoalan satu inipun manusia pasti punya persepsi yang berbeda-beda. Ada yang membenci hujan, karenanya dia lari bersembunyi dalam ruang sempit dan gelap sebab lumrahnya hujan disert ai dengan petir. Adapula yang semakin terpupuk rindunya ketika bulir-bulir air langit itu menyentuh tanah Bumi, biasanya karena dia terpisah dari sang mpunya hati jauh ber kilo-kilometer, atau lama bertahun sudah tiada sua. Ada juga yang menikmati salah satu mahakarya Tuhan yang konon diatur turunnya oleh sosok yang bernamakan Mikail. Maha karya ini diterima dengan suka cita dan gembira. Sudah banyak bukan berbagai persepsi yang timbul hanya perihal hujan bukan ?...

(3) Menemukanmu

Tanggung jawab mu atas dirimu kemudian menuntunmu untuk menyerahkan rasamu pada sosok yang baru. Agar kau tidak salah ambil tingkah, tidak akan salah langkah maka kau haru andalkan rasa dan logika. Sebuah paket langka, jika mau kau selaraskan atas keduanya bagaimana tidak logika lebih beralaskan realitas dan rasa beralaskan sesuatu yang abstrak. Akhirnya, untuk menjawab semua tanda tanyamu semesta menghadirkan sosok yang baru untukmu. Sosok yang tidak biasa kau sapa, sosok yang tidak kau harapkan dahulunya, sosok yang sebenarnya sejak dahulu mendukungmu dalam diam dan mendoakanmu dalam penghujung malam. Tuhan hantarkan dia kepadamu, namun kau acuhkan. Tuhan dekatkan dia padamu tapi kau abaikan. Tuhan ciptakan rasamu untuk nya dan menciptakan rasanya untukmu tapi awalnya kau menolak. Kau seakan lari. Klise bayang masa lalu terkadang masih terbersit. Menyedihkan, manusia memang kadang sejahat itu, tidak tahukah bahwa pemilik angkasa raya memberikan apa yang kau butuhkan bukan yang ka...

(2) Proses

            Akhirnya, tibalah hari dimana kau kembali menjadi sosok yang baru. Kau hebat kata itu kau sampaikan pada dirimu sendiri karena hatimu yang merajai logikamu selama beberapa masa berhasil ditaklukan oleh logika yang kembali bangkit pasca tidur panjang. Langkah pertama dari kebangkitan logikamu adalah benar-benar mengosongkan semua jeratan tajam atas belenggu yang kau ciptakan dengan kenangan dan mungkin juga angan-angan semu yang kesemuanya kau ciptakan sendiri. Kau harus lalui itu agar tersterilkan hatimu dari virus masa lalu. Mensterilakan hati adalah langkah yang pasti susah, tergopoh-gopoh, pontang-panting, jatuh kemudian bangkit, tersungkur kemudian menangis, gelisah kemudian bersedih tapi ingat semua demi kebaikanmu, semua demi kebahagianmu, semua demi masa depanmu. Jika kau memaksakan dirimu terjerat dalam bayang masa lalu maka jadilah kau makhluk yang merugi tiada berdedikasi atas dirimu sendiri. Lama sudah mas...

(1) Melupakannya

            Sudahkah kau tahu dimana waktu yang tepat untuk kau untai sebersit doa tentang dia yang seharusnya kau doakan.   Dia yang seharusnya menjadi semogamu dalam sebait doa yang tiada henti-hentinya kau panjatkan selepas salam disetiap ibadahmu. Namun, pada suatu saat kau sadari bahwa dia yang sebanar-benarnya kau semogakan harus kau gantikan namanya. Dia yang dahulu kau semogakan harus kau eliminasi dari tiap bait doa yang kau panjatkan untuk segera dikabulkan. Karena kau tahu, dia yang kau semogakan adalah sosok yang tidak mungkin kau raba.             Bukan perkara mudah ketika kau benar-benar mencintai sesorang dengan hati yang tulus. Seseorang yang kau nanti-nantikan kadatangannya lagi dan lagi. Seseorang yang kau nantikan sapaannya lagi. Seseorang yang telah lama pergi meninggalkan kenangan yang kau gunakan untuk memenjarai hatimu. Hidupmu benar-benar dala...