Langsung ke konten utama

REVIEW BUKU #1


Judul                            : “SMART MUSLIMAH (Jadi Muslimah Harus Pintar) ”Karya                           :  Dewi Ahmad Zarkasi dan Dian D. AnisaPenerbit                      : MUEZZATahun Terbit               : 2017Jumlah halaman        : 284

           
            Buku SMART MUSLIMAH memiliki penampilan cukup menarik. Jika hanya dilihat dari sampul bukunya akan muncul asumsi bahwa buku ini seakan dikhusukan untuk pembaca dari karangan remaja perempuan. Hal ini karena cover depan buku ini menggambarkan seorang perempuan remaja yang sedang bediri memgang buku. Selain itu, penggunaan warna merah muda yang sangat dominan membuat buku ini benar-benar terlihat sangan feminim. Selain itu, hal unik yang dimunculkan dalam buku ini adalah dengan menggunakan font warna merah muda pada parangraf yang ada. Meskipun demikian buku ini tetap menggunakan font berwarna hitam juga pada paragraf yang berbeda sehingga memunculkan kolaborasi yang cukup manis antara kedua warna tersebut.
            Secara isi buku ini menjelaskan tentang “Bagaimana menjadi seorang muslimah yang baik dan benar”. Pada bagian awal atau muqadimah para penulis berhasil memberikan suntikan semangat bahwa perempuan bukanlah makhluk kelas dua. Pada bagian ini para penulis juga menyampaikan bahwa buku ini selanjutnya akan menjelaskan tentang fase perempuan beranjak remaja hingga menutup mata.
            Isi dari buku ini sendiri terdiri 75 poin yang berbeda dan terangkum dalam 263 halaman. Buku ini secara garis besar menjelaskan tentang kedudukan perempuan di mata islam, hak dan juga kewajiban prempuan muslim dalam islam. Hak dan kewajiban tentang perempuan muslmim dijelaska sejak fase remaja. Hal-hal yang berkaitan dengan fase ini secara ringkas dapat dijelaskan dalam beberapa poin baik itu yang menyangkut masa remaja, motivasi untuk terus belajar atau menuntut ilmu bahkan ada bagian tentang bagaimana perempuan muslmim berdandan, berhias hingga menghadapi kisah cinta pertama yang seringkali terjadi dalam fase ini.
            Selain pada fase remaja buku ini pun menjelaskan bagaimana seorang perempuan menghadapi dunia pasca menamatkan sekolah hingga kuliah. Apa yang harus dilakukan oleh perempuan pasca lulus kuliah. Tidak hanya itu perihal mempersiapkan diri sebelum pernikahan, menjalani pernikahan, menjadi seorang ibu dengan pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga atau yang berkarir pun dijelaskan secara ringkas dan tuntas dalam buku ini. Bagusnya lagi buku ini memberikan sudut pandang yang berbeda dengan tingkat subjektifitas yang sangat minim. Bahkan buku ini secara lugas mengajak perempuan untuk menjadi sosok yang mandiri, percaya diri, bertanggung jawab dan tentu taat kepada orang tua saat remaja dan pada suami pasca menikah.
            Selain itu buku ini juga menjelaskan bagaimana perempuan harus bergaul dengan sesama teman, dengan orang tua, dengan suami, dengan anak, dengan mertua dan kelurga besar dan yang paling penting adalah bagaimana muslimah diajarkan untuk memiliki hubungan yang baik dengan Allah lewat berbagai amalan-amalan yang dijelaskan dalam poin-poin yang berbeda. Selain itu, kisah-kisah inspiratif dari tokoh muslim juga dijelaskan di buku ini. Dan yang paling penting penggalan ayat-ayat Al-qur’an dan hadits-hadits pun selalu bergantian muncul pada keseluruhan poin yang dijelaskan.
            Pada beberapa poin terakhir buku ini pun akan memberikan beberapa kiat kepada perempuan saat memasuki usia renta. Yang paling menarik adalah poin yang berjudul “Menjadi Nenek Yang Tahu Diri”. Poin ini menjelaskan bagaimana menjadi nenek yang tidak kepo dan menyebalkan tapi tetap peduli dan berwiba. Tidak hanya itu, buku ini pun menjelaskan tentang pentingnya seorang perempuan memiliki sifat sabar, tawakkal dan menjaga kesehatan sesuai dengan sunnah nabi.
            Kelebihan dari buku ini adalah mampu memberikan bacaan yang informatif dan menarik. Lugas, to the point dan pastinya tidak menggurui. Hal ini karena pemilihan diksi dan susunan kalimat yang ringan membuat buku ini sebenarnya bisa diterima oleh semua kalangan dan dapat dibaca oleh kelompok laki-laki. Buku ini merupakan salah satu buku motivasi islam yang  kekinian. Hal ini dilihat dari cover buku, desain buku dan isi buku yang dirancang sesuai dengan kondisi saat ini. Dan yang paling penting buku ini dapat diperoleh dengan mudah dan dengan harga yang  cukup terjangkau. Meskipun demikian, sebagus apapun buku ini ada beberapa kesalahan yang ditemukan dalam aspek redaksional. Hanya itu. Selebihnya sangat menarik.
            Oleh karena itu, jangan sungkan untuk membaca buku ini. Buku ini benar-benar tidak boleh dilihat hanya dari covernya saja. Terima kasih.

Salam,
Fadhilah Permata Nira

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Perasaan-Bagian 1

            Sejatinya manusia, kita hanya saling dititipi bukan saling memiliki   Sejatinya manusia… Saya juga tidak terbiasa dengan yang namanya kehilangan Kehilangan sosok paling berharga dalam hidup saya di waktu berdekatan bukan perkara yang mudah   Sejatinya manusia… Saya terkadang lupa bahwa kami hanya saling dititipi bukan saling memiliki   Selayaknya manusia… Saya mencoba menuliskan apa yang saya rasakan bukan sebagai alat memohon iba dan memelas kasih tetapi hanya sebagai sebuah jalan untuk tetap kuat menjalani hidup   Selayaknya manusia... Saya berharap semoga tulisan tentang kehilangan ini menjadi penyembuh untuk saya dan juga menjadi peluakan bagi siapapun yang sedang dalam perjalanan Semoga segala yang terkesan hilang kembali dalam bentuk lain dengan sebaik-baiknya…     Cerita ini akan diisi dengan banyak ketidaksempurnaan, dibuat apa adanya, dan m...

(4) Hujan di awal Desember

Manusia itu banyak jumlahnya , manusia juga unik macamnya . Kita yang bernamakan manusia punya banyak rupa, banyak tingkah, banyak rasa dan banyak yang lainnya. Pantas saja banyak perbedaan yang timbul antar satu kesatuan insan yang ada di semesta ini. Salah satu hal yang lumrah ditemukan dan paling digemari adalah tentang hujan. Untuk persoalan satu inipun manusia pasti punya persepsi yang berbeda-beda. Ada yang membenci hujan, karenanya dia lari bersembunyi dalam ruang sempit dan gelap sebab lumrahnya hujan disert ai dengan petir. Adapula yang semakin terpupuk rindunya ketika bulir-bulir air langit itu menyentuh tanah Bumi, biasanya karena dia terpisah dari sang mpunya hati jauh ber kilo-kilometer, atau lama bertahun sudah tiada sua. Ada juga yang menikmati salah satu mahakarya Tuhan yang konon diatur turunnya oleh sosok yang bernamakan Mikail. Maha karya ini diterima dengan suka cita dan gembira. Sudah banyak bukan berbagai persepsi yang timbul hanya perihal hujan bukan ?...

(6) Bagian 2 – Mulailah

Setelah sah menjadi anak rantau yang harus kamu lakukan adalah memulai segalanya. Iya, tentu saja! Dari mulai sadar bahwa kamu harus bertanggungjawab atas dirimu di tanah rantau. Juga bertanggungjawab atas nama keluargamu di tanah rantau. Tidak bermaksud menakuti, tapi ini adalah kenyatannya. Menjadi perantau harus memulai segala sesuatu. Mulai mencari tempat tinggal. Mulai menyiapkan makanan sendiri. Mula mencuci baju sendiri. Mulai menyetrika baju sendiri. Mulai mendisiplinkan diri sendiri. Harus mulai mandiri. Jangan malas. Jangan manja. Kamu harus kuat, buktikan kepada keduanya bahwa mereka tidak salah mengirimkan dirimu hingga sejauh ini, untuk masa yang cukup lama. Mulailah mandiri dan disiplin. Kita tidak bisa hidup bergantung terhadap orang lain. Masing-masing dari mereka pun punya kepentingan. Ingat, jangan sampa menyusahkan orang lain. Setelah selesai dengan diri sendiri. Mulailah bangun hubungan dengan orang lain. Jadilah pribadi yang santun dan tidak sombong. In...